Museum Affandi, Museum Sang Maestro

Siapa yang tak mengenal Affandi? Ia adalah sang maestro seni lukis, yang berkarya dan hidup di wilayah tepi Sungai Gajah Wong hingga bersemayam di rumah abadinya. Affandi mulai membuka galeri pribadinya pada tahun 1962 dan kemudian diresmikan pada 1974. Dalam museum affandi semua karyanya ada dari awal iya berkarya hingga akhir hayatnya. Selain karya dari Affandi, ada juga karya teman-teman dari Affandi. Lukisan Affandi pada umumnya berbentuk lukisan sketsa dan untuk reproduksi ditempatkan di dua larik atas dan bawah yang memenuhi ruangan berbentuk lengkung. Selain lukisan sktsa, banyak lukisan abstrak yang jarang bisa diterjemahkan, namun itulah ciri khas dari Affandi.

Affandi adalah sosok senimah yang sederhana dalam kesehariannya. Beliau bukan kutu buku dan tak suka berteori panjang atau berdebat ilmiah. Namun ia memilih menuangkan segala pikirannya, ide-idenya, dan menyampaikan apa yang dipikirkan melalui sebuah karya lukis. Karya lukisnya jarang yang langsung mengetahui maknanya, namun setiap apa yang di lukiskan pasti memiliki makna.

Bisa dikatakan Affandi adalah pelopor seni di Indonesia. Ia tidak hanya terkenal di Indonesia melainkan di Inggris, India, Amerika, Australia dan Eropa sekitar tahun 1950-an juga terkenal. Karena karyanya yang mendunia, ia juga mengangkat derajat para seniman di Indonesia. Ribuan karya telah ia hasilkan, sehingga di bangunlah Museum Affandi untuk menyimpan karya dari Sang Maestro.

Museum Affandi terletak di jalanYogyakarta-Solo tepatnya sebelah barat tepi Sungai Gajah Wong. Dalam museum ini ada tiga bagian yaitu bagian galeri I, gakeri II dan galeri III. Yang mana setiap galeri berbeda-beda isinya.

Bagian Museum Affandi

Di Museum Affandi ada tiga galeri, yang setiap galerinya berbeda-beda isinya, berikut ini tiga galeri yang ada di Museum Affandi :

  1. Galeri I

Saat memasuki galeri pertama anda akan melihat sebuah mobil klasik (Colt Gallan) dan sepeda onthel yang mengkilap yang dipajang di galeri I ini. Selain itu juga di galeri pertama ada lukisan, yang mana semua lukisan yang ada karya dari Affandi semua. Dan lukisan tersebut merupakan sejarah hidup dari Sang Maestro serta kehidupan keluarganya. Maka lukisan ini tidak dijual. Selain menyimpan lukisan karya Affandi, galeri I juga dijadikan sebagai sanggar lukir yang diberi nama ‘Sanggar Gajah Wong’ sebagai tempat untuk mengasah kemampuan melukis bagi anak-anak.

Selain itu di galeri I wisatawan akan melihat dua buah patung, patung tersebut merupakan reproduksi patung dari karyanya yang merupakan hasil model dirinya dan juga putrid yang bernama Kartika, yang sebenarnya merupakan salah satu dari koleksi Taman Siswa Jakarta. Patung ini terbuat dari semen dan tanah liat.

Selain ada patung dan lukisan, ada juga lemari kaca milik Affandi. Yang mana pengunjung bisa melihat penghargaan yang diterima oleh Affandi. Dan masih banyak koleksi pribadi Affandi yang dipajang di galeri I.

Setelah anda puas berkeliling di geleri I anda bisa ke galeri selanjutnya. Namun jangan terburu-buru, karena di perjalanan menuju galeri II anda akan melihat ada makam. Yaps itu makam Affandi dan Istrinya Maryati. Makam tersebut saling berdampingan, rapi dan bersih.

  1. Galeri II

Sesampai di galeri II anda akan dimanjakan dengan lukisan dari seniman terkenal di Indonesia. Karya mereka di pajang, dan untuk lukisan di galeri II bisa dibeli. Untuk harganya cukup fantastic, yaitu milyaran setara dengan rumah mewah. Untuk jenis lukisan di galeri dua banyak corak dan tentunya memiliki makna ketegasan. Seniman lukis yang terkenal di Indonesia yang memajang karyanya di Museum Affandi seperti Popo Iskandar, Basuki Abdullah, Hendra, Fajar Sidik, Rusli dan lainnya.

  1. Galeri III

Setelah puas keliling dua galeri,selanjutnya ke galeri III, ruangan yang membentuk garis melengkung dan atap yang menyerupai pelepah daun pisang ini multifungsi. Dalam galeri III ada lukisan dari istri pertama dan kedua Affandi, Maryati dan Rubiyem. Dan di galeri III aka nada pemutaran video mengenai cerita Affandi ketika sedang meluki. Lukisan tersebut berupa Barong di Bali. Selain itu ada juga video melukis Affandi di Parangtritis. Disana terlihat Affandi dibantu dengan beberapa asisten terlihat sangat lihai dan juga luwes menggerakan kuas nya.

Selain lihai memainkan kuasnya, Affandi juga ketika melukis langsung menumpahkan cat nya ke canvas langsung, kemudian menggambar dengan tangannya. Dan hasilnya tak kalah bagusnya.

Itulah ketiga bagian dari Museum Affandi, yang mana setiap bagian memiliki cirri khas tersendri. Saat di galeri I anda akan dikenakan tariff masuk, yaitu Rp.20.000 untuk pengunjung domestic. Sedangkan Rp. 50.000 untuk wisatawan mancanegara. Dan untuk yang membawa masuk kamera juga dikenakan biaya per camera Rp.20.000.

Kemudian tak jauh dari galeri III terdapat sebuah menara, yang mana di menara ini pengunjung bisa melihat pemandangan museum dari menara. Selain itu juga anda juga bisa melihat Sungai Gajah Wong dan hiruk pikuknya jalanan. Anda juga dapat melihat rumah dengan arsitektur unik yaitu rumah milik Affandi yang digunakan sebagai tempat tinggalnya bersama anak dan istri. Anda cukup turun dan berjalan ke barat dari menara bisa menyaksikan seperti yang disampaikan di atas.

Rumah yang ditinggali Affandi dan keluarga didesain dengan unik. Lantaran konsepnya rumah panggung dengan tiang penyangga yang berbahan utama beton dan tiang lain berbahan kayu. Selain itu atap rumahnya berbeda dengan rumah pada umumnya karena bentuknya seperti pelepah daun pisang dan bentuk bangunannya melengkung. Namun rumah unik berlantai dua itu kini sudah dijadikan kafe untuk lantai pertamanya, pengunjung bisa beristirahat dan mengisi perut di kafe tersebut. Namun untuk lantai duanya tidak digunakan, lantaran lantai dua ada kamar pribadi Affandi.

Ada yang menarik lagi di sekitar Museum Affandi, yaitu terdapat gerobak di sebelah kiri rumah. Gerobak yang berfungsi sebagai mushola ternya dulunya tempat peristirahatan istri Affandi, Maryati. Menurut cerita geroba ini dibangun terinspirasi karena Maryati menginginkan adanya sebuah caravan yang biasanya digunakan sebagai tempat tinggal berpindah orang Amerika. Dengan begitu Affandi menyetujui, namun dibuat lebih Indonesia sehingga terbentuklah seperti gerobak.

Setelah pemaparan secara mendetail diatas sudah ada gambaran buka bagi anda yang belum pernah berkunjung ke museum affandi? Ketika anda ke Yogyakarta, mampirlah ke museum affandi. Disana anda bisa langsung melihat karya dari sang maestro seni lukis. Bahkan tidak hanya pengunjung lokal saja, melainkan wisatawan dari mancanegara tak segan untuk berkunjung ke museum ini. Apalagi bagi anda pecinta seni akan sangat senang bisa langsung mengunjungi museum sang maestro. Selain mendapatkan pengetahuan seni anda juga bisa mendapatkan pengalaman yang berharga. Ketika berkunjung sebaiknya ketika musim liburan, agar anda bisa berlama-lama disana.