Kenali Sejarah Kraton Yogyakarta dengan Kerajaan Mataram Islam

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kekuasaan yang berbetuk kerajaan hal tersebut dipertahankan sejak dahulu kala hingga sekarang Indonesia yang sudah merdeka. Terbentuknya Keraton Jogja memiliki cerita yang sangat panjang. Kraton Yogyakarta dibangun di tahun 1558 M. Hal ini didapatkan dari Sultan Pajang saat ia berhasil mengalahkan Arya Penangsang. Kraton Yogyakarta juga lekat hubungannya dengan kerajaan Mataram Islam. Mungkin, banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui asal-usulnya. Bagaimana terbentuknya tempat sakral dan tempatnya para Sultan Yogyakarta ini. Namun sejarah singkat tersebut dapat dipelajari dengan baik ketika anda mulai mendatangi tempat sering kali juga dijadikan objek wisata dan situs sejarah.

Setiap mereka yang memiliki kepudlian dan berbangsa Indonesia wajib untuk mengetahui bagaimana sejarah dari kebangsaan dan kerajaan yang ada negerinya seperti hubungan antara kerajaan Mataram Islam dengan berdirinya Kraton Yogyakarta. Saat berlibur jangan hanya mencari tempat yag selalu menyajikan kesenangan semata namun jug harus melibatkan ilmu yang didapat. Maka, percuma jika hanya berlibur dan tidak mendapatkan manfaat apa-apa. Nah, sebelum anda mengunjung Keraton Jogja, silakan perhatikan hal singkat apa saja yang perlu diketahui oleh anda selaku wisatawan.

1. Luas Keraton Jogja sekitar 1.3 kilo meter persegi, pembangunan dari Kraton Yogyakarta sendiri menganut perkonsepan kosmologi Jawa. sehingga memiliki makna tertentu disetiap bagian-bagiannya. Mulai dari tiga bagian yang ada diantaranya ketiga bagian atas memiliki arti bahwa bagian dewa, kemudian yang tengah adalah manusia da yang terakhir roh jahat. Kemudian tidak hanya itu terdapat juga 7 bagian yang lainnya, yang terdiri dari Lingkungan Alun-alun, Keben, Sri Manganti, Pusat Kraton, Kemagangan, Kemandungan Kidul dan Alun-alun selatan. Nah hal tersebut harus diperhatikan untuk dijadikan bahan sejarah masrakat Indonesia dalam memberikan pengertian kepada masyarakat mengenai kehidupan sejarah negerinya.

2. Selanjutnya juga terdapat tata ruang keraton yang diatur Kraton Yogyakarta dengan konsentrik pola. Untuk bagian ini terbagi menjadi lima lapisan dan lapisan ini juga memiliki artinya masing-masing. Fungsi-fungsi dari kelima lapisan itu akan disesuakan dengan berdasrkan penempatannya. Lanjut kearah gerbang yang terdapat 9 pelataran dengan nama sebagai berikut: Pangurakan, Brajanala, Srimanganti, Danaprapta, Kemagangan, Gadung Mlathi, Kemandhungan, Gadhing, dan Tarub Agung.
Adapun akses untuk menuju Kraton Yogyakarta sangat muda sekali cukup menggunakan Transportasi tradisional seperti becak ataupun andong, dan bisa juga taksi bahkan kendaraan pribadi sekalipun.

Kraton Yogyakarta memang berdiri dengan kesakralan namun bukan berarti membatasi orang-orang yang akan berkunjung. Maka dar itu persiapkan juga buku dan alat tulis terkhusus bagi kalian yang masih bersekolah, karena bisa saja yang ada di Keraton Jogja masuk kedalam pertanyaan ujianmu, hehe.