Kaliadem, saksi bisu Merapi

Jika anda menginjakan kaki di kaliadem, tentu tidak akan percaya bahwa kawasan ini merupakan salah satu tempat favorit para pendaki gunung untuk mendirikan tenda perkemahan. Udaranya yang masih sejuk dan asri serta lahan yang luas dengan pemandangan disekelilingnya yang masih terlihat alami, begitu mempesona kaliadem dimasa silam. Kaliadem pernah menjadi kawasan hutan pinus dengan keanekaragaman hayati.

Kini, kaliadem hanyalah serpihan batu diatas hamparan pasir pasca bencana alam dulu yang mengamuk menyebabkan erupsi. Merapi, ya. Satu-satunya penyebab kaliadem berubah menjadi kawasan gersang. Gunung Merapi tercatat sebagai salah satu gunung berapi. Menurut Wikipedia, Gunung ini telah Meletus sebanyak 68 kali dalam waktu 500 tahun terakhir. Letusan pertama terjadi pada tahun 2006 yang mengakibatkan 2 orang meninggal. Lalu, terjadi lagi letusan yang kedua pada tahun 2010 dan banyak korban yang dinyatakan meninggal yaitu sekitar 43 orang termasuk juru kuncinya yaitu Mbah Maridjan.

Kaliadem terletak di Desa Kepuharjo, kecamatan Cangkringan, kabupaten Sleman, Yogyakarta dengan arah utara kota jogja dengan jarak sekitar 30 kilometer. Jika anda ingin berkunjung ke kaliadem anda dapat melewati jalan kaliurang sampai ke pertigaan pakem, lalu  anda dapat mengambil ke arah kanan. Setelah itu, menuju arah utara kemudian ikuti papan petunjuk yang terpasang di kanan dan kiri jalan.

Apabila anda berangkat dari kaliurang, perjalanan akan normal diawal. Jalanan masih mulus disertai dengan hawa dingin dataran tinggi Yogyakarta yang menyelimuti. Track sudah mulai menantang saat setengah jam perjalanan. Jalanan sudah mulai tak beraspal yang hanya dibalut dengan tanah. Disinilah perjalanan sesungguhnya dimulai. Anda pasti akan melewati track meliuk dan menanjak dengan jalan sempit dan lebar pula.

Saat sampai disana, anda akan disambut oleh hamparan tanah gersang dilereng gunung dengan pemandangan indah sekaligus memilukan. Padang pasir sisa-sisa erupsi. Rumah-rumah tenggelam dalam tanah dan batu muntahan Merapi. Bambu-bambu bercatkan merah berjejer rapi menandakan tiap tanah yang dibawahnya pernah berdiri rumah penduduk sebelum erupsi menyerang.

 

Tetapi peristiwa memilukan itu tak dibiarkan terlalu larut. Kaliadem kini mulai bangkit. Pengunjung ramai berdatangan. Pohon-pohon ditanami kembali. Kawasan ini merupakan tempat terbaik untuk menikmati pemandangan puncak Merapi. Terlebih lagi saat fajar datang, anda akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan dikawasan ini.

Kawasan kaliadem kini dimanfaatkan oleh warga sekitar dan bekerjasama dengan pemerintah untuk dapat membuka tempat wisata. Namanya Lava Tour Kaliadem Merapi. Lava Tour Kaliadem Merapi memberikan pelajaran dan edukasi bahwa begitu hebatnya letusan gunng Merapi. Adapun keuntungan lain yang dapat kalian ketahui ketika mengikuti Lava Tour adalah menyaksikan keadaan puncak Gunung Merapi kaliadem dari jarak pandang sekitar 2 km saja.

Apabila kalian sudah mengikuti kegiatan Tour ini, anda bisa hunting foto menarik di kawasan hutan pinus atau atap bangunan yang telah tertimbun oleh pasir serta abu vulkanik. Selain itu, mengambil foto bunker atau pemandangan Puncak Gunung Merapi dari dekat juga dapat menjadi pilihan. Karena pada dasarnya, setiap momen yang terjadi dimanapun dan kapanpun memiliki cerita untuk diabadikan. Begitu pula dengan Kaliadem, akan selalu menyimpan sejarah yang tak terlupakan.