Eloknya Candi Sari Jogja

Lagi-lagi kembali ke Yogyakarta, mengapa demikian? Ya, karena wisata di Yogyakarta belum semua Anda kunjungi. Salah satunya adalah Candi Sari¸belum tahu apa dan dimana Candi Sari? Candi yang konon sudah berdiri sejak abad ke 8 ini salah satu peninggalan sejarah dari candi budha. Candi Sari yang dahulunya adalah tempat bermeditasi para bhiksu, tempat belajar bhiksu dan tempat berguru bhiksu hingga kini masih berdiri dengan gagah dan cantik.

Hanya dengan Rp 2000 wisatawan dapat menikmati indahhnya ukiran-ukiran yang ada di Candi Sari. Candi yang memiliki dua atau tiga laintai ini memang banyak mengadukan argument. Ada yang bilang tida laintai karena lantai paling atas yang dipakai untuk penyimpanan barang yang religious, lantai tengah sebagai penyimpanan kayu dan lantai dasarnya sebagai pusat kegiatan keagamaan. Candi Sari mulai menerima pengunjung pukul 07.00 pagi hingga pukul 05.00 sore saja.

Di Candi Sari Anda dapat melihat ukiran-ukiran peninggalan kerajaan majapahit kuno. Setiap pahatan arca yang ada di Candi Sari sangan cantik dan penuh makna. Mulai dari yang bentuk manusia setengah burung, dedaunan dan bunga, ukiran laki-laki, perempuan yang memegang bunga dan ukiran-ukiran lainnya di dinding yang berjumlah 36 buah arca. Candi Sari berlokasi di Dusun Bendan, desa Tirtamartani, Sleman Yogyakarta. Lokasi ini tidak jauh dari candi kalasan.

Selain Anda datang untuk berwisata, disana kita akan mendapatkan banyak wawasan mengenai sejarah. Candi Sari juga banyak diburu oleh para potografer muda, untuk sekedar hunting dan untuk berswa foto. Tidak hanya itu kini Candi Sari  sudah banyak diminati untuk foto sebelum pernikahan. Bahkan bukan hanya itu, disana kita akan takjub melihat keindahan bangunannya yang penuh legenda. Untuk mengelilingi candi, kita dapat bersepeda disana karena ada bebepara warga yang menawarkan jasa sewa sepeda. Warga sekitar Candi Sari pun tak kalah welcome dan menjamu kita dengan senyum ramahnya, mengajak kita untuk bercengrama sembari jajan menikmati camilan yang dijajalkan pedagang sekitar Candi Sari.

Candi yang tidak jauh dari bandara Adi Sucipto ini sudah ramai pengunjung. terlebih kawasan yang ditempati adalah kawasan candi-candi kecil yang sudah melegenda dan mempunyai kisahnya masing-masing. Candi Sari yang bernama candi bendan ini konon baru ditemukan kembali di abad 20an. Namun pada tahum 1929 sudah dilakukan pengupayaan pengembalian keutuhan candi.  Bangunan Candi Sari berbentuk persegi panjang dengan ukuran 17, 30 x 10 m. Dapat disayangkan, seperti tangga yang ada di Candi Sari itu batuannya ada yang sudah tidak utuh lagi. Tidak diketahui keberadaan dan bentuk yang semulanya seperti apa dan dimana.

Nah, travellers. Tidak ada salahnya untuk kita segera mengunjugi Candi Sari, untuk membuktikan sendiri keindahan dan keelokkan dari Candi Sari. Selain kita mendapatkan liburan singkat menyenangkan, tapi juga mendapat ilmu baru dari sejarahnya.